//
you're reading...
Dance

Kisah Dibalik Layar Ghawazee Dancer Di Mesir

Terus terang aku terkesima saat mendengarkan sebuah kisah mengenai kehidupan seorang gipsi bernama Khairiyya Yusuf Mazin di negara mesir yang notabene adalah penari tarian tradisional terkenal namun kehidupannya jauh dari istilah layak.

Mihrimah Ghaziya, salah satu instruktur belly dance asal perancis yang telah bertahun-tahun melakukan perjalanan keliling dunia utk berbagi pengetahuannya mengenai dunia bellydance ke orang2 yang dia temui, salah satunya aku. Dan betapa beruntungnya aku belajar dari dia karena ternyata dia adalah murid dari Khadajah, satu-satunya murid Khairiyya.

Ok, aku coba mulai berbagi kisah dibalik layar ini dengan gaya bahasa aku (versi Mihrimah Ghaziya, tanpa dikurangin dan dilebih-lebihkan).

Adalah seorang penari tarian Tradisional Ghawazi (Egyptian Gypsy Dance), Khairiyya Yusuf Mazin, seorang Gipsi yang merupakan wanita terakhir yang bertahan untuk melestarikan tarian “Egyiptian Gypsy Dance” di Mesir, bahkan di dunia, walau hidup dengan banyak tekanan dari pemerintah mesir. Kelompok Gipsi adalah kelompok manusia tertindas dan hidup dalam kehinaan. Mereka dilarang untuk berkembang apalagi menghasilkan uang. Untuk alasan-alasan tertentu, Mesir mengikat erat Khairiyya bagai tahanan di sana. Bukan hanya Khairiyya, namun wanita-wanita Gipsi lainnya yang jika ingin menari dimuka umum mereka harus mendapatkan surat ijindari pemerintah dengan harga mahal. *Kini hanya kaum Gipsi yang memiliki uang yang memiliki kesempatan untuk menari di hadapan publik.

Kaum Gipsi yang sudah dianggap hina dan kotor ini tidak bisa disangkal bahwa tarian-tarian yang pernah mereka tampilkan cukup menarik perhatian apalagi saat mereka menari menggunakan Sagat (Simbal jari)

Ghawazee Dance seakan-akan mau punah saat Khairiyya memutuskan untuk berhenti menari dan mnegajarkan tarian ini. Usia Khairriya mungkin baru mencapai 50 tahunan, namun dia sudah cukup tua untuk terus berjuang terhadap apa yang dia yakini, orang Gipsi jugalah manusia yang butuh dihargai baik dalam kehidupan maupun tarian.

Ghawazee Dance mungkin bukanlah tarian menarik bagi beberapa kalangan, akrena memang bentuk tarian tersebut jauh dari seksi dan sensual. Tarian yang memiliki sedikit gerakan dibagian pinggul, perut dan kaki ini mengutamakan kemahiran bermain Sagat ini. Kostum yang di gunakan dalam tarian ini pun bukanlah bentuk kostum seperti kostum yang kita lihat pada tarian Belly Dance.

Tapi Ghawazee Dance patut di lestarikan….

*Catatan : Ghawazee Dance lebih dikenal dengan sebutan Egyptian Gypsy Dance. Ghawazee Dancer selalu menggunakan kostum tertutup (menutupi perut). Ghawazee Dance tidak terpengaruh dan bukan tarian Egyptian Raqs Sharqi (Belly Dnace Oriental)

– DESI –

Khairiyya Yusuf Mazin

About Tribal Babes Indonesia

We are the First and Pioneer of Tribal Bellydance Troupe (and community) in Indonesia. We are also the pioneer of Tribal Bellydance event in Indonesia

Diskusi

2 thoughts on “Kisah Dibalik Layar Ghawazee Dancer Di Mesir

  1. My partner and I stumbled over here from a different web address and thought I should check things out.
    I like what I see so now i’m following you. Look forward to finding out about your web page again.

    Posted by silver news | 16 September 2014, 11:13 am

Drop Your Tribal Comment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

VISITOR

free counters

Statistik Blog

  • 57,150 hits

Facebook

Ocehan

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: