//
you're reading...
Dance

Dibalik Layar “Belly Dance Oriental”

Kisah pendek lahirnya sebuah tarian Belly Dance Oriental. Kisah menarik yang di ceritakan guru sekaligus temanku, Mihrimah Ghaziya.

Di awal abad ke 19 sekelompok Gipsi yang suka melakukan perjalanan jauh dan berkeliling mulai sering terlihat menari-nari di pinggir jalan kota Mesir. Tarian wanita-wanita Gipsi ini terlihat sangat biasa namun menarik, dengan jubah panjang ditambah dengan Sagat (simbal jari) yang membuat tarian tersebut menjadi terlihat lebih ceria.

Kelompok orang-orang yang berkunjung ke Mesir saat itu kebanyakan orang-orang yang berasal dari negara-negara di Eropa. Saat melihat sekelompok orang-orang Gipsi menari seperti itu, mereka menganggap bahwa tarian tersebut adalah tarian Belly Dance.

Gipsi seakan-akan berada dimana-mana. Menari di jalan, menari di pesta, bahkan menari di event besar. Sedangkan gadis-gadis Mesir berdiam diri di dalam rumah. Mereka pun hanya menari didalam rumah. Peraturan agama Islam yang melarang para wanita menari dan memberikan hiburan di luar rumah kepada pria lain. Ditambah peraturan yang ketat di negara Mesir mengenai wanita muslim.

Namun peraturan ini malah membuat Gipsi semakin terkenal dan semakin sering menari di hadapan para turis. Dengan alasan yang kurang jelas kaum Gipsi di buang keluar dari ibukota di bagian utara Mesir, dan di paksa untuk menyembunyikan diri mereka dan berdiam diri di selatan Mesir, di pertengahan abad 19.

Di awal adab 20, Amerika dan Eropa mengadakan pagelaran tari kelas dunia, dan mereka mengundang para penari-penari yang ada. Di Mesir saat itu hanyalah kaum Gipsi yang melakukan tarian-tarian di tempat umum, karena wanita-wanita Mesir masih di larang untuk menari di muka umum. Sehingga kaum Gipsi-lah (yang sat itu sudah melakukan perjalanan hingga Anerika) yang berpartisipasi dalam pertunjukkan besar tersebut yang di adakan di Paris dan Chicago. Saat di pertunjukkan tersebutlah dunia mulai mengenal tarian yang dibawakan oleh kaum wanita Gipsi dan menyebutnya sebagai Belly Dance.

Namun saat pertengahan abad ke 20 masa pendudukan pemerintahan Inggris di Mesir, para tentara dan pemerintah Inggris mulai merasa bosan dengan tarian-tarian yang dipersembahkan oleh para kaum Gipsi. Mereka menginginkan sesuatu yang baru dan lebih menarik.

Ada seorang wanita Mesir yang memiliki sebuah teater tari bernama CASINO dan yang sering di kunjungi oleh para tentara Inggris yang mencari hiburan. Dia pun tidak kehilangan akal. Didatanginya salah satu keluarga kerabatnya yang memiliki gadis yang suka menari di dalam rumahnya. Awalnya keluarga tersebut menolak karena peraturan dari agama dan juga peraturan dari pemerintah Mesir. Namun karena iming-iming uang sebagai imbalannya mereka pun menerima, karena mereka adalah keluarga miskin.

Si pemilik Casino tidak mau gadis ini menari sendirian. Dia pun meminta si gadis untuk mengajak teman-temannya. Saat semua gadis Mesir ini berkumpul dan menari, mereka terlihat sangat biasa dan tarian yang mereka bawakan pun kurang menarik, hampir sama seperti para kaum Gipsi. Pemilik Casino tidak kehilangan akal dan memanggil para instruktur tari balet untuk mengajarkan gadis-gadis Mesir ini menari balet, sehingga mereka pun mampu mengkombinasikan tarian Egyptian Folk Dance (Baladi) dan Balet.

Saat pertunjukkan itulah dunia mulai mengenal Egyptian Raqs Sharki atau yang mereka sebut sebagai tarian Belly Dance Oriental. Dengan gerakan tangan dan tubuh yang berputar-putar layaknya tarian balet, namun tetap melakukan gerakan di sekitar pinggul dan perut yang berasal dari Egyptian Gypsy Dance. Padu padan tarian ini membuatnya jauh lebih menarik, walau para gadis-gadis Mesir ini untuk pertama kalinya menari dengan wajah tertutup, agar identitas mereka tidak diketahui sebagai warga muslim Mesir.

Satu kisah miris di balik kemegahan dan keglamoran kostum dan tarian Belly Dance Oriental saat itu: para gadis-gadis Mesir ini rata-rata berasal dari kalangan keluarga miskin. Mereka di manfaatkan oleh orang-orang yang licik. Beberapa dari mereka dipaksa untk menyerahkan tubuh mereka sebagai pemuas nafsu agar para gadis ini dapat diberikan kesempatan untuk menari dan mendapatkan uang.

Hal-hal tersebut membuat aku berpikir pada satu poin: Selalu ada kisah tragis di balik kemegahan sebuah karya…

Untuk para kaum Gipsi yang membuat Belly Dance di kenal di dunia, dan untuk para gadis-gadis Mesir yang melahirkan karya tari Belly Dance Oriental, aku menitipkan cinta…

– DESI –

*Catatan : Sania Gamal adalah penari asal Mesir pertama yang mempersembahkan Raqs Sharqi (Belly Dance Oriental) yang berasal dari keluarga musisi yang sangat miskin, yang pernah menari di teater Casino, namun berakhir dengan menjadi aktris terkenal dan bermain di beberapa film. Dan yang kedua adalah Taheya Carioca yang juga terkenal sebagai penari Belly Dance Oriental dari Mesir, yang sekaligus keduanya ini adalah wanita-wanita pertama yang menggunakan kostum Belly Dance terbuka (model bra dan rok).

Samia Gamal from Movie “Ali Baba”

About Tribal Babes Indonesia

We are the First and Pioneer of Tribal Bellydance Troupe (and community) in Indonesia. We are also the pioneer of Tribal Bellydance event in Indonesia

Diskusi

2 thoughts on “Dibalik Layar “Belly Dance Oriental”

  1. Wawasan yang menarik! Never heard that before. boleh tahu beberapa link/source informasi dalam tulisan ini, Mbak? terima kasih🙂

    Posted by febi | 1 Agustus 2011, 2:28 am
  2. Thanks febi🙂
    Sebelumnya mo info bahwa tidak semua sejarah bisa kita dapat dr google ataupun wikipedia. Bahkan banyak sejarah yg salah yg ada disana.

    Jika kamu penasaran dengan kisah yg lebih detail dari yg ada di atas silahkan langsung menghubungi Mihrimah Ghaziya, krn dialah sumber utama kisah ini berasal dan aku tuangkan di dalam blog ini tanpa dikurangi ataupun ditambahkan. (Tp aku bukanlah org yg kompeten utk menceritakan secara detail).

    Knp gak ada link rekomen? Krn sejarah bisa didapat dr guru yg berbagi cerita krn dia melihat sendiri, atau menerima kisah langsung dr si subyek.

    Kamu bisa cari nama Mihrimah Ghaziya di FB dan dia akan ceritakan apa yg kamu ingin tau mengenai detail di atas, dan dia akan share hal2 yg guru sejarah pun blm tentu tau🙂

    Thanks utk komennya🙂

    *note : utk buku bisa liat di “Manner and Customs of Modern Egyptian” karya Edward Lane. Lane ini seorang pengelana di abad ke 19 yang menulis banyak ttg kisah ghwazee dan kehidupannya.

    Satu lg : Sirat-el-ghawazee , artikel online yg sangat menarik utk di simak😉

    Posted by Beats Antique Bellydancer | 1 Agustus 2011, 4:34 pm

Drop Your Tribal Comment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

VISITOR

free counters

Statistik Blog

  • 57,150 hits

Facebook

Ocehan

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: