//
you're reading...
Dance

Belajar ATS (American Tribal Style) Belly Dance

Akar dari tarian bellydance Tribal Fusion terletak di ATS (American Tribal Style) yang lahir di San Fransisco, Amerika, hasil karya Carolena Nerricio dan studio tarinya yang bernama “FatChance Belly Dance” atau juga terkenal dengan singkatan FCBD.

Salah satu anggota pendiri FCBD adalah Jill Parker, yang di anggap sebagai orang pertama yang menciptakan bentuk tarian Bellydance Fusion.

ATS merupakan bentuk tarian Tribal yang murni. Walau tergolong dalam tarian bellydance namun bellydance tribal ini memiliki beberapa gerakan yang berbeda dengan jenis bellydance lainnya. Mulai dari peletakkan tangan, gerakan-gerakannya, bahu, dada, perut, pinggul, undulationnya, shimmy-nya, dan masih banyak lagi.

Kami mendapatkan kesempatan langka untuk mempelajari ATS langsung dari murid FCBD, yaitu Yuska Lutfi Tuanakotta. Satu-satunya Male Tribal Bellydancer yang ada di Indonesia. Bahkan bisa di bilang saat ini satu-satunya Tribal Bellydancer yang benar-benar mengerti seperti apa itu tribal dan bagaimana menari tribal.

Pertama kali kami mempelajari ATS saat mengikuti workshop tribal yang Yuska adakan pada awal Juli 2011. 3 set lengakp selama 6 jam selama 1 hari. Mulai dari gerakan-gerakan dasar, memahami musik tribal yang digunakan baik musik yang mengalun pelan atau yang bertempo agak cepat.

Kami belajar apa itu Puja, Taxeem, Taxeem with arm undulation, turkish, pivot bump, arabic twist, egyptian, propellor turn, crokscrew turn, reverse turn, wah masih banyak lagi. Pengalaman baru yang berharga dan gak bakal bisa dilupain karena memang sangat menarik. Belum lagi saat kita belajar menari menggunakan Zills (simbal jari) waahhhh… sampe keram nih jari dan tangan. Irama yang di ajarkan pun sebenarnya tebilang cukup mudah namum butuh konsentrasi penuh untuk bisa menggunakan Zills sambil menari. Kombinasi unik yang membutuhkan waktu lama untuk bisa menguasai tehniknya. Tapi kami sabar untuk berlatih🙂

Hmmm… 6 jam bukanlah waktu yang cukup bagi kami, maka kami pun menuntut lebih,hahaha… Yuska dengan senang hati memberikan kelas private untuk kami. Kami mengulang apa yang sudah diberikan pada saat workshop, dan terus di ulang sampai kami menemukan tehniknya dan mengaplikasikan ke dalam tarian.

Lagi-lagi kami gak puas hanya dengan tambahan 2 jam private. We want some more, hahahaha….

Seminggu kedepan kami pun kembali belajar secara private bersama Yuska. He’s really got the skill and knows how to move and how to teach us.. hee hee..

Kami gak pernah merasa cukup dalam belajar tentang hal yang jelas-jelas kami sukai. Kami suka belajar dengan siapa saja yang memang memiliki kelebihan di atas kami. We willing to learn from everybody who’s got real talent🙂

Namun yang pasti mempelajari tribal tidaklah mudah, tapi juga tidak sukar untuk poin-poin tertentu, selama kita terus melatih kekurangan kita sehingga suatu saat menjadi kelebihan kita.

Yuk latihan lagi…. and taxeem… right.. left.. lift your arm and follow the rythm of your hip… and right… left… right… left…

 

– DESI –

About Tribal Babes Indonesia

We are the First and Pioneer of Tribal Bellydance Troupe (and community) in Indonesia. We are also the pioneer of Tribal Bellydance event in Indonesia

Diskusi

2 thoughts on “Belajar ATS (American Tribal Style) Belly Dance

  1. makasih udah sharing sejarah ATS-nya, Mbak Desi🙂

    Posted by febi | 1 Agustus 2011, 2:22 am
  2. Sama2 febi🙂

    Posted by Beats Antique Bellydancer | 1 Agustus 2011, 5:49 pm

Drop Your Tribal Comment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

VISITOR

free counters

Statistik Blog

  • 57,150 hits

Facebook

Ocehan

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: