//
you're reading...
bellydance, Dance

Belly Dance Tribal Itu Beda…

Yup! aku sudah pasti akan bilang beda, karena walaupun masuk dalam kategori bellydance tapi Tribal bener-bener memiliki istilah yang bikin aku terkecoh,hehehe…

Contoh : Kalau kita menari oriental apa yang disebut dengan gerakan Camel Walk adalah kita berjalan ke kanan atau kiri sambil melakukan body wave (badan yang bergelombang dari dada sampai perut). Tapi di tribal beda!
Camel Walk di Tribal (terutama ATS) yaitu : berdiri tegak dengan kaki rapat dan jinjit dengan posisi tangan kiri tinggi ke atas dan tangan kanan lurus kebawah, lalu dilanjutkan dengan kaki kiri slide ke samping, tangan kiri turun kebawah dan tangan kanan naik ke atas (mirip gerakan dalam balet), lalu di akhiri dengan torso twist. Enggak bakalan nemuin gerakan kayak kita naik Camel (Onta) di dalam Camel Walk milik ATS. Kenapa? Terus terang aku sendiri belum tahu. Aku akan tanyakan nanti kalau ketemu sama Carolena Nericio si pemilik FCBD yang melahirkan gerakan-gerakan indah ATS… Hehehehehe…
**Catatan : Terlalu banyak versi yang menjelaskan mengenai bagaimana nama “Camel Walk” di ambil atau dipakai untuk vocabulary ATS. Yang paling masuk akal bagi kita adalah “gerakan pertama menunjukkan onta (camel) berdiri tegak, dan gerakan kedua adalah onta (camel) yang beristirahat”

Belum lagi istilah “Reach and Sit”… wah jangan berpikir itu adalah gerakan berjinjit lalu jongkok/duduk.. sama sekali bukan seperti itu di dalam gerakan Tribal (terutama ATS). “Reach and Sit” tribal adalah : layaknya gerakan HIP UP dengan kaki kanan di depan namun tangan melakukan gerakan mengayun di depan dada ke kanan kiri (dengan jarak yg minim) dan seakan-akan kita memegang tongkat. Reach-nya di mana ya? Terus Sit-nya? Gak ada gerakan duduk apalagi jongkok atau badan turun kebawah. Tapi setelah ditelusuri, Reach-nya terletak pada pinggul satu sisi yang melakukan gerakan twist kedepan dan di angkat seakan-akan pinggul kita ingin meraih ke atas, lalu Sit-nya adalah pinggul kembali keposisi normal dan turun seperti ingin duduk.

Hal-hal atau istilah-istilah seperti itu bener-bener bikin aku pengen terbang ke Amerika sekarang juga dan interogasi sendiri si Carolena Nericio untuk meminta penjelasan secara detail istilah-istilah yang dia dan tim FCBD gunakan, hahahahahaha….

Tapi inti dari apa yang aku tulis di atas membuat aku berpikir… itulah hal-hal yang membedakan jika kamu belajar menari sama GURU atau sama DVD. Dengan GURU, kita tahu istilah dari gerakan yang kita tarikan. Guru mengajarkan tehnik yang baik dan benar untuk menghasilkan sebuah gerakan yang tentunya tidak akan menyakiti tubuh kita saat kita sedang dalam proses belajar (akibat salah gerak). Guru membimbing kita untuk menjadi penari yang lebih baik dengan koreksinya, kritikkannya, dan dukungannya. Tapi dengan DVD… Kita hanya mengenal bentuk gerakan dari kulit luar, dan akan butuh waktu lama untuk mengerti kunci-kunci penting yang bisa dipakai untuk menghasilkan gerakan yang kita lihat di DVD. Juga tidak ada koreksi, tidak ada kritikkan saat kita melakukan kesalahan. Yang kita lihat hanya kita terlihat “bagus” saat menari di depan cermin tanpa benar-benar mengerti gerakan yang kita lakukan benar atau salah.

Aku belajar dari banyak GURU, dan aku juga belajar dari beberapa DVD tribal bellydance yang aku pesan online maupun titip teman yang berada di luar negri. Itulah yang membuatku merasakan kemajuan yang ada di diri aku, walau masih butuh belajar lebih banyak lagi. Dengan DVD aku MENGENAL berbagai macam gerakan, tapi dengan GURU aku DIAJARKAN berbagai macam gerakan.

Kembali lagi ke inti subyek di atas bahwa Tribal itu beda… Inti pentingnya adalah jika kamu merasa bisa menari bellydance, entah itu oriental, saidi, baladi, tanpa perlu bimbingan GURU dan hanya berbekal pada DVD, aku cuma menyarankan jangan pernah mencoba menari Tribal tanpa bimbingan seorang GURU. Bukannya menyepelekan bellydance oriental dan sejenisnya (karena aku sendiri pun belajar oriental dari banyak guru dan sempat merasakan sulitnya melakukan gerakan-gerakan basic di awal-awal aku belajar), hanya saja bentuk dari tarian oriental dan tribal sangatlah bertolak belakang. Oriental serasa begitu ringan melayang (itu istilah yang aku pake loh), sedangkan tribal begitu membumi (grounded). Semakin pelan bellydance tribal yang kamu tari-kan, semakin berat gerakan yang kamu rasakan. Tapi, justru membuat aku semakin jatuh cinta pada tarian bellydance tribal.

Aku gak akan pernah berhenti belajar menari… sampai aku tidak bisa bergerak lagi…

****I dedicate this article for Yuska Lutfi Tuanakotta (great friend and great teacher)
Untuk mengenal sosok Yuska cek blog-nya : http://pinkcoinbelt.blogspot.com/

– DESI –

About Tribal Babes Indonesia

We are the First and Pioneer of Tribal Bellydance Troupe (and community) in Indonesia. We are also the pioneer of Tribal Bellydance event in Indonesia

Diskusi

4 thoughts on “Belly Dance Tribal Itu Beda…

  1. Ihiiiyy ahahahahaha… makasih ya udah jadi kelinci percobaan gue huahahahaha… Gue sedih meninggalkan kalian! Tapi sesuai kata Arnold, “I’ll be back!”

    Posted by Yuska | 3 Agustus 2011, 10:23 pm
  2. hahahaha… kita malah yang minta dijadiin kelinci percobaan,hihihi… biar makin pinter tribal-nya.. hee heee… thanks ya yuska, ilmu yang lu bagi sangat bernilai bagi kita. Iya kita gak puas baru belajar sebentar banget… sedih dan gregetan krn masih butuh bimbingan elu… we want some more!!!😀
    Kabarin ya kalo balik dari Amrik…
    See you… xoxoxo

    Posted by Beats Antique Bellydancer | 3 Agustus 2011, 10:30 pm
  3. yup gue SETUJU BGT sama statementnya,,Teach and See mmg berbeda,,dan semakin pelan sebuah gerakan tarian akan semakin dalam tehnik yg di perlukan,,

    Posted by ning | 4 Agustus 2011, 4:19 pm
  4. Makasih mba ning. Betul bgt semakin pelan semakin dalam🙂

    Posted by Beats Antique Bellydancer | 4 Agustus 2011, 7:12 pm

Drop Your Tribal Comment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

VISITOR

free counters

Statistik Blog

  • 57,150 hits

Facebook

Ocehan

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: