//
you're reading...
bellydance

Belajar Menari Dengan Simbal Jari (Finger Cymbal/Zills/Sagat)

Hmmm… Kali ini aku mau berbagi cerita mengenai bagaimana aku belajar menggunakan simbal jari untuk menari Bellydance. Simbal Jari yang juga memiliki nama lain di dunia barat, seperti : Finger Cymbal, Sagat (Zagat), dan Zills (Zils), bisa dibilang susah-susah gampang mempelajarinya. Bermain simbal jari memang membutuhkan konsentrasi yang tinggi, selain itu juga perlunya latihan yang berulang-ulang untuk menemukan ritme yang tepat dan membiasakan jari-jari melakukan tepukan-tepukan simbal yang menghasilkan bunyi yang tepat.

Pertama kali melihat alat ini aku otomatis membelinya tanpa berpikir bagaimana aku akan mempelajarinya. Simbal jari tersimpan dengan rapi didalam tas aksesoris selama 1 tahun tanpa aku sentuh dan tanpa mengerti sama sekali bagaimana tehnik yang benar untuk memainkannya.

Akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk benar-benar menggunakannya saat mengikuti workshop ATS yang di ajarkan temanku, Yuska. Dalam salah satu kelasnya, Yuska mnegajarkan tehnik bermain simbal jari dengan musik drum solo ATS.

Sulit!! itu yang aku pikirkan saat pertama belajar. 2 jam sangat tidak cukup bagi aku untuk bisa mengerti ritme yang dibutuhkan. Di kelas private bersama Yuska pun aku masih kewalahan untuk memahami. Lalu aku mendapat kesempatan kedua dengan belajar bermain simbal jari ala Ghawazee Dance, bersama guru dan juga temanku, Mihrimah Ghaziya. Konsep yang di ajarkan memang mirip, dan aku kembali kewalahan untuk memahami ritme yang di mainkan.

Akhirnya, Mihrimah mengajarkan tehnik yang begitu mendasar dalam bermain simbal jari. Konsep-konsep yang aku terima dari Yuska dan Mihrimah aku simpulkan sebagai berikut:

  1. Pertama-tama yang harus kita pahami adalah bunyi yang di keluarkan simbal jari itu ada bermacam-macam, yaitu: Klap, Cling, Ring dan Ting. Dimana bunyi-bunyi ini pun memiliki cara yang berbeda dalam memainkannya.
  2. Ritme dalam bermain simbal jari pun bermacam-macam, mulai dari:
  • Quads -> kanan-kiri, kanan-kiri (terus menerus) atau jika menggunakan angka seperti 1-2…1-2…
  • Triplets -> kanan-kiri-kanan-STOP (1-2-1-stop)
  • Terakhir ritme yang kita kenal sebagai ritme “Tepuk Pramuka”, yaitu : 1-2-1-stop/1-2-1-stop/1-2-1-2-1-2-1

Masih ada beberapa ritme dalam bermain simbal jari di dunia bellydance, seperti : Beledi, Chiftateli, Ayub dan Bolero. Tapi bagi aku cukup 3 jenis ritme saja yang coba aku kuasai terlebih dahulu, karena ini pun akan memakan waktu yang tidak sebentar untuk menguasainya.

Dalam seminggu aku minimal berlatih 3 kali, dan setiap latihan aku menghabiskan waktu sekitar 15 – 30 menit. Musik yang aku gunakan pun tidak hanya musik dari para guru-guru aku seperti Drum Solo (ATS) dan Ghawazee Music, tapi aku juga mencoba bermain dengan musik pop, rock, dan disko. Ini aku lakukan untuk membiasakan diriku, otakku, jari-jariku dengan musik-musik umum (tapi aku tetap memilih tempo yang kurang lebih sama). Terhitung mulai 10 Juli aku belajar simbal jari, hingga hari ini aku bercerita disini, aku merasa ada kemajuan yang aku ciptakan (hmmm… seperti memuji diri sendiri tanpa bukti,hahaha… tapi aku akan mencoba mendokumentasikan latihan-latihan aku dengan kamera video nantinya).

Oke, kurang lebih begitulah pengalaman aku mengenal dan belajar simbal jari. Kini aku masih dalam proses belajar dan terus belajar. Aku juga gak tau sampai kapan? Yang pasti aku tidak akan pernah berhenti untuk belajar atau kita akan tertinggal, karena ilmu apapun akan selalu berkembang mengikuti perubahan jaman.

Setelah sedikit banyak berceloteh mengenai aku dan simbal jari-ku… Kini aku mau berbagi sedikit mengenai sejarah keberadaan dan kelahiran simbal jari (yang masih terbilang simpang siur)

Ada sumber mengatakan bahwa keberadaan alat ini mungkin berasal dari India dan dibawa ke dunia Timur oleh orang-orang Gipsi. Pada lukisan-lukisan tua jaman dulu, kita bisa melihat orang-orang Gipsi Turki memakai beberapa simbal di jari mereka. Pada saat itu, Gipsi yang memang sedang populer di Turki, tampil menari di dalam “Hareem”. Para penari Gipsi ini terlihat menggunakan simbal jari saat mereka menari. Seni bermain simbal sangat dihargai oleh masyarakat saat itu, karena hal ini merupakan cara yang baik untuk membuat perbedaan antara seorang penari dan pelacur. Dimana juga sebagai sebuah pembuktian bahwa seorang penari sejati adalah penari yang bisa menari sambil bermain simbal, sedangkan seorang pelacur tidak bisa!

Hingga saat ini bermain simbal jari makin populer di Turki. Bahkan muncul sebuah anggapan bahwa penari bellydance yang baik adalah penari yang mampu memainkan simbal jari.

Sedangkan di Mesir, simbal jari juga diperkenalkan oleh kaum Ghawazee. Dan karena komunitas Ghawazee yang mempopulerkannya maka orang-orang Mesir pun tidak menyukai simbal jari.

**Baca kisah Ghawazee Dancer di blog ini yang berjudul : Kisah Di Balik Layar Ghawazee Dancer Di Mesir

 

Hingga saat ini, simbal jari di Mesir hanya dimainkan oleh seorang musisi di orkestra, tapi hampir tidak pernah oleh penari karena hal ini akan dianggap merendahkan alat musik.

Sejarah lainnya mengenai simbal jari juga tidak kalah menarik. Simbal jari yang dalam bahsa turki mempunyai sebutan “Zills” merupakan singkatan dari nama Perusahaan Zildjian, produsen simbal dari semua ukuran. Piringan simbal ini terbuat dari kuningan, alumunium emas, atau perak. Kemampuan untuk bermain simbal jari dengan keahlian merupakan salah satu keunggulan besar bagi para penari bellydance, dan juga menjadi bagian yang sangat penting bagi para penari tersebut.

Sebuah relief dari wanita bermain simbal jari terlihat pada piramida dari 6.000 tahun yang lalu. Ada beberapa ungkapan yang menyatakan bahwa simbal jari yang ditampilkan di sebuah Museum di Mesir, yang ditemukan dalam penggalian arkeologi di sana, merupakan simbol dari upacara pengusiran roh jahat dan pemakaman.

Kata “simbal” sendiri diyakini berasal dari nama Cybele, Dewi Kesuburan bagi tanah, gua-gua dan gunung, dinding dan benteng, alam dan hewan liar (terutama singa dan lebah) yang berada di Yunani. Bagi masyarakat Romawi, Dewi Cybele dikenal sebagai Ibu Agung pemilik hewan dan gunung. Dewi Cybele di anggap merupakan pemilik tahta kerajaan tertinggi di langit, dan para pendeta yang memimpin orang-orang dalam upacara ritual pujian-pujian terhadap Dewi Cybele ini selalu  mengiringinya dengan alat musik, salah satunya simbal jari. Mereka bermain simbal jari di iringi dengan drum (gendang) sambil menari dan bernyanyi sepanjang malam. Namun, sampai detik ini masih belum di temukan bukti yang sangat otentik mengenai lahirnya sebuah alat musik simbal jari.

– Desi –

About Tribal Babes Indonesia

We are the First and Pioneer of Tribal Bellydance Troupe (and community) in Indonesia. We are also the pioneer of Tribal Bellydance event in Indonesia

Diskusi

3 thoughts on “Belajar Menari Dengan Simbal Jari (Finger Cymbal/Zills/Sagat)

  1. hai, :-*
    Mo tanya nih, gmn carax gabung ke grup belly dance ini?? tmpat latihannya dmn ya?? ada syarat khususnya ga??
    Thanks❤

    Posted by azeza sakhr | 3 Desember 2012, 7:48 am
    • Hi Azeza, terima kasih untuk komennya
      Kami membuka kelas Bellydance utk style : Bellydance (Oriental) Fusion class dan Tribal Fusion Class.
      Untuk desember ini kelas kami sedang libur krn persiapan festival tahunan, dan akan aktif kembali secara normal pada tanggal 8 januari 2013 (selasa).

      Lokasi kami sekarang Di
      Sekolah tari Sumber Cipta
      Jl. Pondok Pinang Raya No.1
      (dulu Jl. Ciputat Raya No.1)
      Depan Kantor Pajak Jakarta Selatan
      tlp. 08551122131

      Untuk biayanya :
      Pendaftaran Rp.100.000,-
      Bellydance Fusion Rp.350.000/bulan (4 x sebulan)
      Tribal Fusion Rp.400.000/bulan (4x sebulan)

      Syarat khusus tidak ada , karena kelas kami terbuka untuk pemula🙂

      Posted by Tribal Babes Indonesia | 3 Desember 2012, 8:04 am
    • @Azeza : kelas kita terbuka utk semua yang suka menari dan mau belajar. Tidak ada syarat khusus🙂

      Lokasi studio di Sekolah Tari Sumber Cipta, Jl. Pondok Pinang Raya No.1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
      Tlp. 021-7659467 / 08551122131

      Posted by Tribal Babes Indonesia | 25 Februari 2013, 9:47 am

Drop Your Tribal Comment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

VISITOR

free counters

Statistik Blog

  • 57,150 hits

Facebook

Ocehan

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: