//
you're reading...
bellydance, Dance, tribal bellydance

Cinzia Di Cioccio Comes To Town!!

Sumpah seneng banget bisa mengundang seorang Cinzia Di Cioccio untuk datang ke Jakarta dan memberikan Workshop Tribal Bellydance untuk para pecinta bellydance terutama Tribal Bellydance pada 7 Januari 2012 ini!!!

image

Cinzia Di Cioccio, yang meupakan pendiri grup tari Tribal Bellydance ternama di Italia, Les Soeurs Tribales (LST), seorang penari Tribal Bellydance kontemporer yang memilih jalur “modern” ketimbang klasik. Kata modern ini aku gunakan karena Cinzia sendiri mengakui kalau dirinya lebih suka menari dengan musik modern ketimbang klasik. Dia merasa kurang enjoy atau mungkin lebih tepatnya merasa kurang pas menari dengan musik berbau arabian, musik drum solo atau darbuka, atau musik-musik timur tengah lainnya. Dia lebih memilih musik Pop Alternatif, Rock n Roll, Jazz, dan Blues.

Cinzia sendiri pernah belajar dengan Tribal Bellydance ternama dunia, Rachel Brice, Amy Sigil “Unmata”, dan terakhir adalah Paulette “Gypsy Caravan”.

Namun Cinzia bersama LST memiliki formasi sendiri dalam tariannya. Mereka pun menciptakan combo tarian yang menarik dengan nama-nama yang unik, salah satunya Combo Lady Gaga!! Yup, dia mengakui bahwa combo ini tercipta atas inspirasi yang dia dapat saat melihat Lady Gaga menari… Hmmm… Oia… Satu hal yang cukup membanggakan buat aku pribadi adalah sebuah combo baru yang di ciptakan Cinzia sesaat begitu dia meninggalkan Jakarta dan kembali ke Italia. Combo baru yang terinspirasi dari tarian seseorang di atas panggung yang dia lihat…. yaitu AKU!! Hahahaha….

“Desi’s Combo” itu nama combo yang dia ciptakan! Dan Cinzia berjanji akan mengirimkan rekaman video gerakan-gerakan combo yang dia ciptakan tersebut. Asli penasaran banget aku… Terispirasi setelah nelihat aku menari? Berarti geakan-geakan tarianku akan ada di combo yang dia ciptakan? Gak sabar menunggu kiriman videonya!! Woohhoooooo…. *Thank you Cinzia…. Kiss-kiss*

Yah… Kehadiran Cinzia di Jakarta menambah warna baru dalam bentuk tarian Tribal-ku. Dan tentu saja menambah wawasanku,hehehe… **aku akan menceritakan tentang kegiatan selama workshop bersama Cinzia plus tehnik-tehnik yang dia ajarkan di pages berikutnya ya*

Cinzia datang hari jum’at tanggal 6 Januari. Kita bertemu di salah satu hotel di Jakarta yang sudah aku lesan dan kita langsung pergi makan siang. Ngobrol banyak dengan Cinzia menggunakan bahasa inggrisku yang kaku banget karena jarang digunakan,hahaha… Cinzia bebagi ceita mengenai pengalamannya “mencari ilmu”. Juga bercerita tentang hidupnya, kegemarannya, arti tatto yang menghiasi tubuhnya hingga komitmennya menjadi seorang Vegetarian sejati!! Dia juga membagi ilmu bagaiman mengundang instruktur dari luar, langkah apa saja yang harus aku tempuh jika aku ingin suatu saat membawa seorang Bellydance Superstar ke Indonesia, dan apa yang harus aku lakukan untuk menetapkan komitmen aku untuk membesarkan tarian Tribal Bellydance di sebuah negara yang sudah kebanjiran tarian Bellydance berjenis Oriental “Raqs Sharqi” dan Bellydance ala Timur Tengah lainnya.

Kelar makan siang yang rada telat (late lunch at 3pm… hahaha..) aku kenyang segala-galanya. Kenyang perut yang di isi makanan dan kenyang otak yang di isi wawasan dari Cinzia. Tapi malemnya otak aku laper lagi karena kembali diskusi tentang Tribal Bellydance dengan Cinzia,hihihihi…

Ok lanjut… Habis makan kita langsung menuu Gold’s Gym Thamrin City, dimana tempat ini yang akan digunakan sebagai ajang Tribale Bellydance Workshop with Cinzia Di Cioccio. Lihat ruangan “Aerobic Room” yang akan digunakan, berbicara dengan supervisor, dan menunggu kehadiran Marketing yang tak kunjung tiba… Halah…. Akhirnya kami kembali ke hotel.. Sstttt… Aku pun ikut menginap di hotel yang sama, mengingat rumahku cukup jauh dan kudang efisien kalau aku harus bolak-balik Serpong-Jakarta-Serpong untuk mengurusi Workshop dan Festival Bellydance yang berlangsung satu hari setelah workshop.

Makan malam berlanjut di sebuah resto yang lumayan ok di kawasan Kuningan Village. Di temani suami tecinta dan seorang sahabat sekaligus murid setia (hehehe…), Alvian. Seperti yang aku ceritakan sebelumnya bahwa aku kembali lapar ilmu dan wawasan, maka aku pun mengajak Cinzia berdiskusi kembali mengenai Tribal Bellydance hingga makanan kita tiba. Lalu makan malam sambil menikmati musik dari Live Band.

Sekitar pukul 10.30 malam kami kembali ke hotel dan istirahat…. ^_^

Esok hari kami semua bersiap-siap untuk menuju Gold’s Gym Thamrin City yang lokasinya hanya 5 menit dari hotel. Mempersiapkan ausio dan sound system. Dan workshop pun di mulai dari pukul 11 pagi hingga 16.30 yang dibagi menjafi 2 sesi dengan jenis Tribal Bellydance yang berbeda, yakni : Glam(ourous) Pop Tribal –dengan formasi ala LST dan Gypsy Caravan, dan Gypsy Mediterranean (perpaduan tarian Oriental, Gypsy dan Tribal) dengan formasi ala LST dan Gypsy Caravan.

Malam hari kami tidak langsung istirahat, tapi aku mengajak Cinzia pergi menyaksikan acara Resital Tari sebuah sekolah tari tenama di Jakarta, Dancewave Center, yang berjudul : The Dance Within : One World. Dimana Resital ini mengangkat tema mengenai lingkungan hidup yang semakin mengkhawatirkan akibat ulah manusia.

Setelah sekitar 2,5 jam menyaksikan resital yang sangat menarik (dan tentu saja sebuah ilmu yang berharga untuk aku), kami kembali ke hotel. Oia, sebelumnya Cinzia memberiku 2 buah hadiah!! Kaos resmi Les Soeurs Tribales dan sebuah cincin Tribal dari Afghanistan.. Woohhooooo… Seneng banget aku menerimanya!!🙂

Aku pun memberikan sebuah 2 hadiah yang sama : kaos resmi Tribal Babes Indonesia dan sebuah cincin bebentuk kupu-kupu yang besar dan aku tau banget dia pasti suka. Dalam beberapa hal kita memiliki kesamaan : suka kupu-kupu, suka tribal bellydance, pendiri sebuah komunitas tari tribal bellydance dan satu hal yang sangat personal menyangkut “pertnership” dengan pihak lain yang ternyata permasalahannya pun sama!! Hahahaha… Entah itu kesamaan atau malah kebetulan yang banyak… Hehehe…

Malamnya sebelum tidur.. Percaya gak percaya, Cinzia mempersilahkan aku dan teman-teman menunjukan tarian kami didalam kamarnya untuk mendapatkan koreksi dan nasihat. Aku, Veronika, Alvian dan Usagi, kami mendapat input yang sangat bemanfaat. Gak lama mereka bertiga kembali ke kamar dam tinggal aku sendiri yang masih berlatih untuk penampilan solo-ku. Berkat Cinzia, aku pun makin mantab menari solo untuk festival… Yippiiiieee…

Ok… Lanjut hari ke 3 Cinzia di Jakarta adalah hari dimana dia mempersembahkan 3 buah tarian indahnya di festival peryama yang aku buat dengan judul “Tribal Bellydance and Fusion Festival”. Pengalaman paling berharga yang gak pernah aku duga akan aku alami. Aku akan bercerita banyak tentang festival ini di pages terpisah🙂

Akhirnya… Senin pagi Cinzia pun terbang ke Bali untuk menemui kembali suaminya yang dia tinggal beberapa hari disana, dan hari selasa Cinzia dan suaminya pun terbang pulang ke Italia…

Terima kasih Cinzia untuk banyak hal yang telah diberikan untuk kami yang ada di Jakarta, dan juga untuk aku pribadi.

Love and lots of kisses from me to you!!!

– Desi –

About Tribal Babes Indonesia

We are the First and Pioneer of Tribal Bellydance Troupe (and community) in Indonesia. We are also the pioneer of Tribal Bellydance event in Indonesia

Diskusi

Belum ada komentar.

Drop Your Tribal Comment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

VISITOR

free counters

Statistik Blog

  • 57,150 hits

Facebook

Ocehan

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: