//
you're reading...
all that jazz, bellydance, burlesque, Dance, tribal babes indonesia, workshop

Burlesque Jazz Contemporary Workshop

Yup, untuk kedua kalinya sahabat serta guruku, Mihrimah Ghaziya, datang kembali ke Jakarta untuk berbagi ilmu tarinya dengan aku dan teman-teman disini. Workshop yang kali ini Di organisir oleh Tribal Babes Indonesia, Mihrimah tidak mengajarkan bellydance secara rinci melainkan jenis tarian lainnya, yakni Burlesque Jazz Contemporary.

Yah… walaupun namanya Burlesque Jazz, tapi tetap saja Mihrimah menaruh beberapa gerakan-gerakan bellydance didalamnya, sehingga aku masih merasakan nuansa bellydance didalam tariannya. Gerakan-gerakan bellydance yang bisa ditemukan dalam koreografi yang dia ciptakan antara lain : Body Wave, Shimmy Shoulder, Hip Twist, Hip Big Circle, dan Hip Drop. Koreografi yang di ciptakan Mihrimah dikemas dalam bentuk yang unik, segar dan menarik. Disini kita di ajarkan bagaimana cara “berakting” menjadi sesosok wanita yang ceria, centil, genit, lucu, sekaligus elegan dalam waktu yang bersamaan. Dan terkadang ada beberapa gerakan combo gerakan yang membuat kita harus menunjukkan ekspresi menggoda tapi tidak berkesan sebagai wanita nakal. Satu kata yang bisa mengekspresikan perasaanku dan teman-teman saat mengikuti workshopnya : SERU!!!!

Workshop kali ini mengambil ide dari sebuah film klasik yang di rekam ulang di amerika yang berjudul “All That Jazz”. Dimana film tersebut menceritakan petualangan seorang penyanyi sekaligus penari Burlesque disebuah pub terkenal yang mana petualangan hidupnya terbilang cukup menarik, unik, bercampur dengan intrik-intrik komedi didalamnya.

Dari tema cerita tersebutlah Mihrimah menceritakannya kembali ke dalam bentuk koreografinya.

Dua kali aku mengikuti workshop yang bertemakan Burlesque, dan aku semakin mengerti bahwa tarian Burlesque bukanlah tarian yang mudah. kalau kita bicarakan mengenai tehnik, tarian Burlesque bisa dibilang padu padan dari berbagai macam tarian yang sudah ada. Sebut saja balet, jazz, cabaret, folk, bahkan bellydance. Namun yang mebuatnya sulit adalah bagaimana kita menari Burlesque dengan ekspresi yang diperlukan di atas panggung. Kalau kita mau bicara secara gamblang, hal yang paling umum kita dengar dan lihat adalah : Burlesque yang identik dengan bertelanjang bulat di akhir tarian. Namun… terlepas dari hal “bertelanjang bulat” ataupun tidak, bagian yang tersulit adalah menciptakan ekspresi yang sesuai dengan peran kita saat menarikan tarian Burlesque. Katakanlah ada yang berniat menarikan pure Burlesque “old school” style, dimana si penari perlahan melepaskan satu persatu atribut dan kostumnya di atas panggung, namun ekspresi tetaplah yang utama yang benar-benar harus sesuai dengan peran yang di mainkan. Begitu juga dengan Burlesque Jazz Contemporary yang kita pelajari di workshop beberapa waktu lalu. ini bukanlah tarian Burlesque yang berakhir dengan membuka semua kostum panggung di depan penonton, tapi terlebih pada tehnik tarian teater yang membutuhkan pendalaman karakter yang kuat sehingga bentuk tarian bukan hanya sekedar tarian, karena kita harus berakting sambil menari.

Bisa tidak kamu membayangkan bagaimana harus menari sambil memerankan sosok yang tegas, kuat, elegan, tapi juga seksi dan menggoda? Raut muka yang tegas, kerlingan mata dan sorotan yang tajam namun sesekali menggoda, senyuman tipis yang manis namun terkadang culas, dan bahasa tubuh yang mengundang laki-laki berfantasi untuk menyentuhnya namun kemudian berubah menunjukkan bahasa tubuh yang elegan dan jual mahal… KERJA KERAS!! Itulah kata-kata yang tepat yang bisa aku simpulkan saat mempelajari tarian ini.

Buat aku pribadi, Mihrimah mampu membuat sebuah koreografi yang menakjubkan!!

Saran : Bagi kamu-kamu yang melihat sebuah video tarian atau melihat sebuah pertunjukkan tari dan menganggap tarian tersebut mudah dilakukan (padahal kamu belum pernah sekalipun mempelajarinya), rubahlah cara pandang kamu. Apapun bentuk tarian yang kamu lihat, pada kenyataannya tidak semudah yang kita lihat saat kamu mulai mempelajarinya🙂

Kalimat terakhir yang mengungkapkan hasil workshop yang aku ikuti :
“With Burlesque I feel so sexy”😀

– Desi –

Video Mihrimah Ghaziya dalam koreografi “All That Jazz” :

Trailer Movie “All That Jazz” – Opening scene “Live performance of Velma Kelly on stage” :

About Tribal Babes Indonesia

We are the First and Pioneer of Tribal Bellydance Troupe (and community) in Indonesia. We are also the pioneer of Tribal Bellydance event in Indonesia

Diskusi

Belum ada komentar.

Drop Your Tribal Comment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

VISITOR

free counters

Statistik Blog

  • 57,150 hits

Facebook

Ocehan

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: